Senin, 07 Maret 2011

Khasiat Buah Sirsak


Sirsak buah yang bernama latin Annona Muricata, di kenal juga dengan nama nangka sabrang, nangka londo, nangka buris, dan di Bali lebih dikenali sebagai srikaya Jawa. Di luar negeri dikenal juga dengan nama Soursop. Selain lezat, buah ini juga kaya kandungan obat.


Buah mendunia
Sirsak (Anona muricata Linn) merupakan kerabat dekat srikaya (Anona squamosa Linn). Tanaman sirsak berasal dari daerah tropis Amerika, yaitu sekitar Peru, Meksiko, dan Argentina. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.

Buah ini merupakan salah satu pohon buah yang pertama kali diintroduksi ke dunia lama setelah Colombus menemukan Benua Amerika. Segera setelah itu, orang-orang Spanyol membawa sirsak ke Filipina dan terbukti tanaman ini dapat tumbuh di sebagian besar negara tropis, termasuk di Indonesia. Tanaman ini tumbuh baik di seluruh Indonesia, dari dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kata sirsak berasal dari bahasa Belanda, yaitu zuurzak. Kata zuur berarti asam, zak berarti kantong. Jadi, secara harfiah diartikan sebagai kantong yang rasanya asam. Di Malaysia, sirsak disebut durian belanda (Dutch durian).

Sebutan lain untuk sirsak adalah corossol/cachiman epincux (Perancis), saucrapfel (Jerman), guanabana/zapote agrio (Spanyol), thu-rian-rhaek (Thailand), seetha (Tamil), guayabano (Filipina), ciguofan lizhi (Cina), togebanreishi (Jepang), dan seremania (Fiji). Dalam bahasa Inggris, buah sirsak dikenal dengan istilah soursop karena rasanya yang manis keasaman.

Di Indonesia, tanaman sirsak disebut juga sebagai nangka belanda atau nangka seberang. Tanaman tersebut dapat beradaptasi dan tumbuh baik di semua wilayah. Namun, tanaman sirsak belum diusahakan secara besar-besaran, umumnya ditanam secara terbatas di halaman atau pekarangan rumah.

Khasiat Sirsak
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi),effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Rasanya yang manis keasaman itu memberikan sensasi tersendiri bagi para penggemarnya. Bagi yang senang sarapan dengan roti, buah sirsak juga sering ditambahkan dalam bentuk selai. Apapun bentuk olahannya, cita rasa sirsak tetap melekat kuat pada produk, sehingga sangat mudah dikenali.

Adapun kandungan dari buah sirsak adalah sbb:

Kaya vitamin C
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah. Kandungan zat gizi dan serat pangan buah sirsak per 100 gram bagian yang dapat dimakan dapat dilihat pada tabel.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat.

Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengar kadar 81,9-93,6 persen dari kandungan gula total.

Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g) sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik nonvolatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.

Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg) telah dapat dipenuhi hanya dengan mengonsumsi 300 gram daging buah sirsak.

Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).

Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg per 100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Keunggulan sirsak terletak pada kadar sodium (natrium) yang rendah (14 mg per 100 g), tetapi tinggi potasium (kalium), yaitu 278 mg per 100 g. Perbandingan kalium dan natrium yang tinggi sangat menguntungkan dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi.

Kaya serat
Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen nongizi. Salah satu di antaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g per 100 g daging buah.

Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Beberapa contoh senyawa fitokimia yang terkandung pada buah sirsak adalah: acetaldehyde, amyl-caproate, amyloid, annonain, anomuricine, anomuricinine, anomurine, anonol, atherosperminine, beta-sitosterol, campesterol, cellobiose, citrulline, coclaurine, coreximine, dextrose, galactomannan, geranyl-caproate, muricine, muricinine, muricapentocin, muricoreacin, procyanidin, stepharine, stigmasterol, tannin, xylosyl-cellulose (http://www.herb4myhealth.com).

Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi, antara lain, pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).

Sari buah (jus) sirsak di dalam sistem pencernaan akan meningkatkan selera makan. Kegunaan lain dari sari buah ini adalah untuk pengobatan pinggang pegal dan nyeri, penyakit wasir (ambeien), batu empedu, dan lain-lain

Berikut rangkuman kegunaan sirsak :

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker. Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak
yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan
direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap
hari 2 kali.

Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip
dengan efek kemoterapi. Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter,katanya cukup berkasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan
lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel
yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh
normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga
sebagian sel sel yang normal. http://forum.vibizportal.com

2. Khasiat dan manfaat untuk pengobatan lainnya:

* Ambeien.
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

* Sakit Kandung Air Seni.
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.

* Bayi Mencret.
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.

* Anyang-anyangen.
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.

* Sakit Pinggang.
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.

*Bisul.
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.

yuukk kembali ke alam.. Back to Nature

Dari : cinta-hidup-sehat.blogspot.com

Sakura Di Jepang, Tabebuia Di Bandung


Biarlah masyarakat Jepang menikmati bunga sakura setiap April tiba. Ronny Lukito, di Bandung, Jawa Barat, cukup menikmati Tabebuia rosea di teras rumah diiringi secangkir teh hangat.

Gara-gara musim bunga sakura Prunus serrulata, Jepang disambangi turis mancanegara setiap April. Mafhum saja di awal musim semi itu sakura mekar serempak. Tajuk tanaman hanya menyisakan dompolan-dompolan bunga tanpa daun. Kini, pemandangan serupa dapat dinikmati di Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat, 2 kali dalam setahun: April - Mei dan Agustus - September.

Saat itu tabebuia tengah semarak berbunga. Kecantikan bunga maquilishuat - sebutan T. rosea di El Savador - tampak menonjol di tengah kerimbunan daun yang hijau. Warnanya putih diulas semburat merah muda. Diameter bunga bervariasi antara 3 - 11 cm. Bentuknya cantik dengan 5 kelopak mirip terompet. Mirip sakura yang sedang banjir bunga.

Pantas di Singapura tabebuia dijuluki sakuranya Singapura. Keindahannya dapat disaksikan di Heng Mui Keng Terrace di kawasan National University of Singapore dan beberapa jalan utama di sana. Julukan serupa, sakura Malaysia, juga disematkan di Pulau Penang.

Lima daun

Kecantikan yang eksotis itulah yang membuat New York City Department of Parks and Recreations menanam tabebuia di lokasi pejalan kaki sepanjang 16 km pada 1960. Di sana tanaman anggota famili Bignoniaceae itu berbunga pada umur 1,5 - 2 tahun. Pada 1994, tabebuia yang berumur 25 tahun itu sempat diremajakan kembali. Di tanahair, tabebuia juga mulai berbunga pada umur 1,5 tahun.

Menurut Iwan Irawan, penggiat konservasi alam di Bandung, Jawa Barat, nama tabebuia masih terdengar asing di tanahair. Baru 2 - 3 tahun terakhir pohon asal Amerika Latin itu mulai marak dimanfaatkan sebagai pohon penghijauan. Sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai penghias taman. Tabebuia cocok ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung karena sistem perakaran tidak merusak struktur jalan. Selain itu tabebuia adaptif dengan lingkungan tropis Indonesia. Perintisnya lembaga penggerak konservasi Geger Tanam Indonesia (GTI) dan Komando Resor Militer (Korem) 062 Tarumanagara, Garut, Jawa Barat.

Sebagai tanaman pelindung, pertumbuhan T. rosea tergolong bongsor. Tanaman berumur 1 tahun tingginya mencapai 3 m dengan diameter batang 3 - 4 cm. Umur 6 tahun tinggi 11 - 12 m dan diameter batang 25 - 30 cm. Di beberapa negara Amerika Selatan, tingginya bisa mencapai 100 m dan diameter 1 m. Pantas, menurut Iwan, di kawasan itu tabebuia dimanfaatkan sebagai tanaman kayu. Di Kostarika, misalnya, ia dijuluki roble de sabana yang berarti kayu oak savana. Itu karena tekstur tabebuia mirip kayu oak.

Adaptif

Kini pohon terompet - karena bentuk bunga mirip terompet - itu mulai menghiasi sudut Kota Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Sumedang. Tercatat 50.000 pohon tertanam di seputaran Jawa Barat. Kerabat spatodea itu memang memiliki daya adaptasi luas dari dataran rendah hingga dataran tinggi 1.200 m di atas permukaan laut. Jenis yang ditanam, T. rosea yang berbunga putih dan berlarik merah muda.

Tabebuia itu didapat dari hasil persemaian biji dari pohon di kediaman Ronny Lukito yang berumur 6 tahun. Menurut Iwan, tabebuia mampu menghasilkan biji pada umur 1,5 tahun. Nun di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Ricky Hadimulya menanam tabebuia 'carribian red'. Si bunga merah itu didatangkan dari Thailand.

Di Bandung tabebuia memiliki julukan pohon pancasila. Musababnya, setiap tangkai yang terdiri dari 5 helai daun identik dengan sila-sila pada asas negara Pancasila. Namun, apa pun namanya bagi Ronny Lukito keindahan bungalah pesona utama tabebuia. (Faiz Yajri)
Dari : www.trubus-online.co.id

Minggu, 30 Mei 2010

Jumat, 14 Mei 2010

Tanaman Bunga Soka


Siapa sangka tanaman liar ini bakal menjadi penghias ruangan, ornamen lanscaping taman maupun tanaman hias pada pot? Bahkan seiring dengan kemajuan tekhnologi, tidak hanya dihasilkan hibridanya saja tetapi juga dikembangkan dalam bentuk bonsai.
Soka (Ixora Sp.) merupakan tanaman hias yang cukup populer di kalangan hobiis tanaman hias. Selain unik, bentuk dan jenisnya pun beragam. Ada yang asli berasal dari dalam negeri yaitu Soka Jawa (Ixora javanica), ada pula yang berasal dari luar negeri, dan kini hadir soka baru yang disebut soka hibrida. Selain macamnya beragam, tanaman hias ini mempunyai multifungsi. Artinya tidak hanya untuk tanaman indoor saja nemun juga bisa untuk tanaman outdoor terutama untuk pembatas pagar, maupun untuk mengisi sudut-sudut rumah. Dengan multifungsi serta didukung penanganan yang relatif mudah membuatnya dapat disejajarkan dengan tanaman hias lain seperti mawar, atherium, krisan dan lainnya. Bahkan dengan perawatan yang teratur, tanaman ini bisa bertahan sampai beberapa tahun.
Asalnya
Menurut beberapa sumber, tanaman soka berasal dari daerah Asia Tropis. Bahkan disinyalir ada yang menyebutkan berasal dari negara Indonesia. Namun sejauh ini belum teruji kebenarannya, yang pasti dengan ditemukannya jenis bunga soka kuno yaitu Ixora javanica di pulau Jawa telah cukup menjadikannya alasan mengapa tanaman tersebut berasal dari negara kita. Dugaan kuat mengenai asal usul tanaman ini lebih cenderung kepada negara India dan China, dimana di dua negera tersebut memiliki beragam jenis tanaman Soka. Penyebaran tanaman Soka ke seluruh wilayah negara bisa jadi tidak terlepas dari peran para pendeta beragama Hindu yang membawanya kemana dia pergi. Termasuk salah satunya ke negara kita. Perlu diketahui pula bahwa ini ada hubungannya dengan kepercayaan umat Hindu terhadap bunga Soka dimana bunga ini merupakan simbol hidup bersuka hati, sehingga sering digunakan sesaji untuk persembahan dewa Siwa dan Wisnu.
Bunga soka awalnya hanya sebagai tanaman liar type perdu. Dengan penampilan bunganya yang memancar seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan liar, tidaklah mengherankan bila orang-orang Eropa menjulukinya dengan flame of the wood atau api dari hutan. Mungkin karena penampilannya yang menarik tersebut mengundang orang untuk membawanya ke rumah dan mmeliharanya sebagai tanaman hias. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan, jenis soka hibrida saat ini telah bermunculan dengan menghadirkan warna-warna bunga yang lebih beragam dan meriah.
Morfologis dan Jenisnya
Tanaman soka merupakan tanaman yang menghendaki penyinaran matahari penuh teruatama untuk merangsang pembungaan. Meskipun jenisnya cukup beragam, secara umum bentuk morfologis tanaman terutama bagian bunganya tidak berbeda jauh yaitu tersusun atas beberapa bunga kecil yang masing-masing memiliki empat petal mahkota dalam satu tangkai mirip payung terbuka. Bunga soka yang masih kuncup mirip jarum sehingga akan terkesan gundukan jarum berwarna merah disaat belum mekar. Warna kelopak bunga ada yang merah, merah muda, ungu , putih dan kuning. Namun di Indonesia jumlah soka berwarna merah lebih banyak dibandingkan lainnya. Berbeda dengan bentuk bunganya, penampilan batang dan daun bunga soka bisa bermacam-macam. Ada yang lebar, ada yang sempit, ada juga yang medium tergantung asalnya. Soka Jawa lebih condong berdaun lebar dengan tandan bunga ramping dan kuntum bunganya berwarna merah.
Jenis-jenis soka terbagi dalam dua macam yaitu soka biasa dan soka hibrida. Yang tergolong soka biasa diantaranya : Ixora Coccinea, I. Lutea, I. Fulgen, I chinensis, I. Granifolia, I. Amboinica. Sedangkan soka hibrida antara lain :I. Mocrothyrsa, I. American, I. Pitsanuloke dan Soka bangkok.
Dengan beragam jenis yang ada, maka tidaklah salah bila kita ingin menata pekarangan lebih asri dengan bunga soka.
Dari : tanindo.com

Selasa, 30 Maret 2010

Gelombang Cinta 4


Harga perpohon : Rp 2.000,-

Anthurium Hokeri Tangkai Merah


Harga perpohon : Rp 2.000,-